ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM KOMPUTER / INFORMASI
PENGERTIAN ETIKA
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
PENGERTIAN BAIK
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
PENGERTIAN BURUK
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma‐norma masyarakat yang berlaku.
CARA PENILAIAN BAIK DAN BURUK
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunisme. Kriteria perbuatan baik atau buruk yang akan diuraikan di bawah ini sebatas berbagai aliran atau faham yang pernah dan terus berkembang sampai saat ini. Khusus penilaian perbuatan baik dan buruk menurut agama, adat kebiasaan, dan kebudayaan tidak akan dibahas disini.
Faham Kebahagiaan (Hedonisme)
“Tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan enikmatan/kelezatan”. Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu (1) hedonisme individualistik/egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik, sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk; (2) hedonism rasional/rationalistic hedonism yang berpendapat bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan
pertimbangan akal sehat; dan (3) universalistic hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.
Bisikan Hati (Intuisi)
Bisikan hati adalah “kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu”. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham hedonisme. Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai “kebaikan budi pekerti”
Evolusi
Paham ini berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur‐angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kea rah kesempurnaan. Dengan mengadopsi teori Darwin (ingat konsep selection of nature, struggle for life, dan survival for the fittest) Alexander mengungkapkan bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang ada di alam ini, dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang
dikatakan dengan baik, dan nilai‐nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk.
Paham Eudaemonisme
Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu (1) kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan, (2) kemauan, (3) perbuatan baik, dan (4) pengetahuan batiniah.
Aliran Pragmatisme
Aliran ini menititkberatkan pada hal‐hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman, oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris.
Aliran Naturalisme
Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan, pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta.
Aliran Vitalisme
Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran naturalism sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu (1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis) dan (2) vitalisme optimistis. Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”. Sedangkan menurut aliran kedua “perang adalah halal”, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Hiettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler.
Aliran Gessingnungsethik
Diprakarsai oleh Albert Schweitzer, seorang ahli Teolog, Musik, Medik, Filsuf, dan Etika. Yang terpenting menurut aliran ini adalah “penghormatan akan kehidupan”, yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menolong dan berlaku baik. Ukuran kebaikannya adalah “pemelihataan akan kehidupan”, dan yang buruk adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan dan menghalangi‐halangi hidup.
Aliran Idealisme
Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari alam pikiran (bersifat tiruan). Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide). Jadi yang baik itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri.
Aliran Eksistensialisme
Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan‐keputusan individu, Artinya, andaikan individu tidak mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi. Individu sangat menentukan terhadao sesuatu yang baik, terutama sekali bagi kepentingan dirinya. Ungkapan dari aliran ini adalah “Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada pribadinya maka disebutlah baik, dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya maka itulah yang buruk.
Aliran Marxisme
Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan.
PENGERTIAN PROFESI
Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.
PROFESIONALISME
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri‐ciri profesionalisme:
· Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi
· Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan
· Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya
· Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan Praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi.
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain.
TUJUAN KODE ETIKA PROFESI
Prinsip‐prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesiadalah:
1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
2. Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan
3. Standar‐standar etika membiarkan profesi menjagan reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
4. Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5. Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.
SUMBER :
http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11837/W01-Pengertian+Etika.pdf
Senin, 29 Juni 2015
Selasa, 01 April 2014
PARTAI PILIHANKU
SEJARAH PARTAI GERINDRA
Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan.
Dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, terjadi obrolan antara intelektual muda Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Ketika itu, November 2007, keduanya membahas politik terkini, yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat. Bahkan, siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah jadi korban. Kebetulan, salah satu korban itu adalah Hashim sendiri. Dia diperkarakan ke pengadilan dengan tudingan mencuri benda-benda purbakala dari Museum radya Pustaka, Solo, Jawa tengah. “Padahal Pak Hashim ingin melestarikan benda-benda cagar budaya,“ kata Fadli mengenang peristiwa itu. Bila keadaan ini dibiarkan, negara hanya akan diperintah oleh para mafia. Fadli Zon lalu mengutip kata-kata politisi inggris abad kedelapan belas, Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing.” Dalam terjemahan bebasnya, “kalau orang baik-baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.“ terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Hashim pun setuju bila ada sebuah partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan, justru memaksakan demokrasi di tengah himpitan kemiskinan, yang hanya berujung pada kekacauan.
Gagasan pendirian partai pun kemudian diwacanakan di lingkaran orang-orang Hashim dan Prabowo. Rupanya, tidak semua setuju. Ada pula yang menolak, dengan alasan bila ingin ikut terlibat dalam proses politik sebaiknya ikut saja pada partai politik yang ada. Kebetulan, Prabowo adalah anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, sehingga bisa mencalonkan diri maju menjadi ketua umum. Namun, ketika itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla adalah wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Mana mau Jusuf Kalla memberikan jabatan Ketua Umum Golkar kepada Prabowo?” kata Fadli.
Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Untuk mematangkan konsep partai, pada Desember 2007, di sebuah rumah, yang menjadi markas IPS (Institute for Policy Studies) di Bendungan Hilir, berkumpulah sejumlah nama. Selain Fadli Zon, hadir pula Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi dan Haris Bobihoe. Mereka membicarakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang akan dibentuk. “Pembahasan dilakukan siang dan malam,” kenang Fadli. Karena padatnya jadwal pembuatan AD/ART , akhirnya fisik Fadli ambruk juga. Lelaki yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif di IPS ini harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu.
Fadli tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan partai baru ini. Bahkan dia merasa pesimistis bahwa gagasan pembentukan partai baru itu akan terus berlanjut. Namun diluar dugaan, ketika Hashim datang menjenguk di rumah sakit, Hashim tetap antusias pada gagasan awal untuk mendirikan partai politik. Akhirnya, pembentukan partai pun terus dilakukan secara maraton. Hingga akhirnya, nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.
Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.
Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa indonesia. Namun demikian mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tidak mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas bangsa indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, kita terjebak dalam sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa indonesia ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.
Nah, Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.
VISI PARTAI GERINDRA
VISI Partai GERINDRA dalam Berbangsa dan Bernegara
Visi Partai Gerindra adalah menjadi Partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
MISI PARTAI GERINDRA
MISI Yang Diemban Partai GERINDRA
Partai GERINDRA memiliki 5 (lima) misi, yaitu :
Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing;
Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat;
Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum;
Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusi melalui Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden untuk menciptakan lapisan Kepemimpinan nasional yang kuat.
TUJUAN PARTAI GERINDRA
Tujuan Didirikannya Partai GERINDRA :
Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan Undang-undang Dasar 1945, sebagimana ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945;
Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan, sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia
Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjungjung tinggi dan menghormati kebenaran, hukum, dan keadilan;
Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan bangsa, yang mengarahkan pada kedaulatan dan kemandirian bangsa
FUNGSI PARTAI GERINDRA
Ada beberapa fungsi yang akan dilakukan oleh Partai GERINDRA, yaitu :
Sarana pembentukan dan pembangunan karakter bangsa;
Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
Menghimpun, membangun, dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila;
Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara;
Menghimpun persamaan sikap politik dan kehendak untuk mencapai cita-cita dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
Mempertahankan, mengemban, mengamalkan, dan membela Pancasila serta berorientasi pada program pembangunan di segala bidang tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan;
Menyerap, menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
TUGAS PARTAI GERINDRA
Tugas Partai GERINDRA sebagai partai politik
Tugas pokok yang menjadi kewajiban setiap pengurus, kader, dan anggota Partai GERINDRA untuk ditunaikan adalah :
Mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum serta pertahanan dan keamanan nasional guna mewujudkan cita-cita nasional
Melaksanakan, mempertahankan, dan menyebarluaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa;
Menghimpun dan memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai arah kebijakan politik partai;
Mempersiapkan kader partai dalam pengisian jabatan politik dan jabatan publik melalui mekanisme demokrasi, dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan; dan
Mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar terwujud pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Ref : http://partaigerindra.or.id/
Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan.
Dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, terjadi obrolan antara intelektual muda Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Ketika itu, November 2007, keduanya membahas politik terkini, yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat. Bahkan, siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah jadi korban. Kebetulan, salah satu korban itu adalah Hashim sendiri. Dia diperkarakan ke pengadilan dengan tudingan mencuri benda-benda purbakala dari Museum radya Pustaka, Solo, Jawa tengah. “Padahal Pak Hashim ingin melestarikan benda-benda cagar budaya,“ kata Fadli mengenang peristiwa itu. Bila keadaan ini dibiarkan, negara hanya akan diperintah oleh para mafia. Fadli Zon lalu mengutip kata-kata politisi inggris abad kedelapan belas, Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing.” Dalam terjemahan bebasnya, “kalau orang baik-baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.“ terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Hashim pun setuju bila ada sebuah partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan, justru memaksakan demokrasi di tengah himpitan kemiskinan, yang hanya berujung pada kekacauan.
Gagasan pendirian partai pun kemudian diwacanakan di lingkaran orang-orang Hashim dan Prabowo. Rupanya, tidak semua setuju. Ada pula yang menolak, dengan alasan bila ingin ikut terlibat dalam proses politik sebaiknya ikut saja pada partai politik yang ada. Kebetulan, Prabowo adalah anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, sehingga bisa mencalonkan diri maju menjadi ketua umum. Namun, ketika itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla adalah wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Mana mau Jusuf Kalla memberikan jabatan Ketua Umum Golkar kepada Prabowo?” kata Fadli.
Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Untuk mematangkan konsep partai, pada Desember 2007, di sebuah rumah, yang menjadi markas IPS (Institute for Policy Studies) di Bendungan Hilir, berkumpulah sejumlah nama. Selain Fadli Zon, hadir pula Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi dan Haris Bobihoe. Mereka membicarakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang akan dibentuk. “Pembahasan dilakukan siang dan malam,” kenang Fadli. Karena padatnya jadwal pembuatan AD/ART , akhirnya fisik Fadli ambruk juga. Lelaki yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif di IPS ini harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu.
Fadli tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan partai baru ini. Bahkan dia merasa pesimistis bahwa gagasan pembentukan partai baru itu akan terus berlanjut. Namun diluar dugaan, ketika Hashim datang menjenguk di rumah sakit, Hashim tetap antusias pada gagasan awal untuk mendirikan partai politik. Akhirnya, pembentukan partai pun terus dilakukan secara maraton. Hingga akhirnya, nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.
Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.
Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa indonesia. Namun demikian mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tidak mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas bangsa indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, kita terjebak dalam sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa indonesia ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.
Nah, Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.
VISI PARTAI GERINDRA
VISI Partai GERINDRA dalam Berbangsa dan Bernegara
Visi Partai Gerindra adalah menjadi Partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
MISI PARTAI GERINDRA
MISI Yang Diemban Partai GERINDRA
Partai GERINDRA memiliki 5 (lima) misi, yaitu :
Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing;
Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat;
Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum;
Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusi melalui Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden untuk menciptakan lapisan Kepemimpinan nasional yang kuat.
TUJUAN PARTAI GERINDRA
Tujuan Didirikannya Partai GERINDRA :
Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan Undang-undang Dasar 1945, sebagimana ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945;
Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan, sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia
Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjungjung tinggi dan menghormati kebenaran, hukum, dan keadilan;
Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan bangsa, yang mengarahkan pada kedaulatan dan kemandirian bangsa
FUNGSI PARTAI GERINDRA
Ada beberapa fungsi yang akan dilakukan oleh Partai GERINDRA, yaitu :
Sarana pembentukan dan pembangunan karakter bangsa;
Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
Menghimpun, membangun, dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila;
Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara;
Menghimpun persamaan sikap politik dan kehendak untuk mencapai cita-cita dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
Mempertahankan, mengemban, mengamalkan, dan membela Pancasila serta berorientasi pada program pembangunan di segala bidang tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan;
Menyerap, menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
TUGAS PARTAI GERINDRA
Tugas Partai GERINDRA sebagai partai politik
Tugas pokok yang menjadi kewajiban setiap pengurus, kader, dan anggota Partai GERINDRA untuk ditunaikan adalah :
Mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;
Memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum serta pertahanan dan keamanan nasional guna mewujudkan cita-cita nasional
Melaksanakan, mempertahankan, dan menyebarluaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa;
Menghimpun dan memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai arah kebijakan politik partai;
Mempersiapkan kader partai dalam pengisian jabatan politik dan jabatan publik melalui mekanisme demokrasi, dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan; dan
Mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar terwujud pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Ref : http://partaigerindra.or.id/
KRISIS POLITIK UKRAINA
Inilah Kronologi Krisis Politik di Ukraina
Bentrokan yang kembali pecah di Kiev, Ukraina pada Kamis (20/2), membuyarkan kesepakatan gencatan senjata yang baru sehari dicetuskan Presiden Viktor Yanukovych. Setidaknya 25 orang tewas dalam bentrokan terbaru itu dan membuat negara pecahan Uni Soviet itu makin terperosok dalam konflik berdarah.
Tetapi bagaimanakah awal krisis politik itu terjadi? Berikut adalah urutan waktu pecahnya krisis politik di Ukraina, yang sudah menewaskan sekitar 60 orang itu:
November 2013
21 November - Pemerintah Ukraina menunda pembicaraan tentang Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa, demi membangun hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Rusia. Langkah itu memantik kemarahan kelompok oposisi yang pro-Eropa, yang kemudian berencana melakukan demonstrasi.
Desember 2013
1 Desember - Massa berjumlah hingga 500.000 berkumpul di Lapangan Merdeka, Kiev. Mereka membangun perkemahan dan barikade, memulai demonstrasi antipemerintah.
11 Desember - Pasukan keamanan berusaha mengusir demonstran, tetapi gagal.
17 Desember - Presiden Yanukovych berangkat ke Moskwa, Rusia, untuk menandatangi kesepakatan dana talangan sebesar 15 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 177.18 trilun) dan mendapat potongan harga untuk membeli gas Rusia.
Januari 2014
19 Januari - Puluhan orang luka dalam bentrokan berdarah antara polisi dan demonstran di Kiev, setelah sekitar 200.000 demonstran melawan larangan untuk berdemonstrasi.
22 Januari - Demonstrasi terus berlangsung. Polisi menyerang barikade demonstran di pusat Kota Kiev. Para demonstran menyerang dengan lemparan batu dan bom molotov sementara polisi membalas dengan gas air mata dan peluru karet.
28 Januari - Perdana Menteri Mykola Azarov mengundurkan diri. Parlemen membatalkan undang-undang antidemonstrasi.
Februari 2014
2 Februari - Para pemimpin oposisi meminta mediasi internasional dan bantuan finansial dari Barat di hadapan lebih dari 60.000 demonstran di Kiev.
5-6 Februari - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton dan utusan khusus AS untuk Eropa, Victoria Nuland, mengunjungi Kiev.
7 Februari - Presiden Yanukovych bertemu dengan sekutunya Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia.
9 Februari - Sekitar 70.000 demonstran berkumpul di Lapangan Merdeka.
14 Februari - Sebanyak 234 demonstran yang ditahan sejak Desember 2013 dibebaskan, tetapi dakwaan atas mereka tidak dicabut.
16 Februari - Para demonstran meninggalkan balai kota Kiev yang mereka duduki sejak 1 Desember. Puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Merdeka.
18-19 Februari - 28 orang, termasuk 10 polisi, tewas dalam bentrokan berdarah di Lapangan Merdeka. Demonstran kembali menduduki balai kota Kiev. Polisi antihuru-hara melancarkan serangan terhadap demonstran sepanjang malam.
19 Februari - Presiden Yanukovych mencopot kepala staf angkatan bersenjata Ukraina dan mengumumkan digelarnya "operasi anti-teroris" di negaranya sendiri. Negara-negara Barat mengecam aksi kekerasan di Ukraina dan mengancam akan menjatuhkan sanksi.
20 Februari - Demonstran menyerang polisi di Kiev, mengabaikan kesepakatan gencatan senjata yang dicetukan Yanukovych. Sekitar 25 orang tewas dalam peristiwa itu, demikian dikatakan konresponden AFP di berada di sekitar lokasi bentrokan. Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan dua orang polisi tewas ditembak dalam insiden itu.
Ketika Ukraina Harus Memilih Antara Rusia dan Uni Eropa
Krisis atas masa depan negara itu semakin intens ketika pengunjuk rasa yang mendukung hubungan yang lebih erat dengan Eropa mengusung barikade kembali ke Maidan Square, Kiev.
Opini di Ukraina telah terbagi dua antara: apakah negara itu harus menandatangani Perjanjian Asosiasi yang menawarkan hubungan perdagangan dan politik dengan Uni Eropa, atau bergerak lebih dekat ke Customs Union (Uni Kepabeanan) yang terdiri dari Rusia, Belarus dan Kazakhstan. Beberapa orang, seperti Roman Travin, seorang ilmuwan politik dari timur kota Kharkov, sudah menyebut keadaan ini sebagai “perang dingin sipil.”
Barikade kembali ke Independence Square di Kiev, yang dikenal sebagai Maidan Square, di mana sekitar 200 ribu orang berkumpul pada hari Minggu dalam sebuah unjuk rasa pro-Eropa untuk menuntut pengunduran diri Presiden Viktor Yanukovych. Senator AS John McCain, mantan calon presiden dari Partai Republik, mengatakan kepada mereka: “Kami di sini untuk mendukung tuntutan Anda yang sah, yaitu hak berdaulat Ukraina untuk menentukan nasib sendiri secara bebas dan mandiri. Dan takdir, yang Anda cari, terletak di Eropa.”
Para pendukung Yanukovych menggelar unjuk rasa tandingan tak jauh dari sana di Mariinsky Park, meskipun yang hadir jauh lebih sedikit. Para pembicara bersikeras bahwa mereka akan memenangkan pertempuran untuk masa depan negara itu.
Yevhan Magda, seorang analis politik di Kiev, berpendapat bahwa banyak dari para pengunjuk rasa antipemerintah “tidak menuntut integrasi Eropa, tetapi menentang pelanggaran hak-hak sipil mereka oleh pemerintah dan pasukan keamanan.”
Sebuah jajak pendapat pada tanggal 2 Desember oleh Gorshenin Institute menghasilkan gambaran serupa. Sebanyak 56 persen dari mereka yang disurvei berada di Maidan Square untuk menuntut pengunduran diri presiden dan pemerintah. Hanya 28 persen berada di sana khusus untuk mendukung Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa.
“Penandatanganan Perjanjian Asosiasi bukanlah pilihan antara Eropa dan Rusia. Ini adalah masalah kelangsungan hidup negara”, Sergei Kaplin, seorang anggota parlemen dari partai Udar yang dipimpin oleh petinju juara dunia Vitali Klitschko mengatakan kepada RBTH. “Kami dibuat kewalahan oleh korupsi, negara kami memiliki banyak masalah. Saya melihat satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan menerapkan standar hukum dari negara-negara Eropa.”
Sebuah survei oleh lembaga riset Ukraina, Research & Branding Group, menemukan bahwa 49 persen responden mendukung protes Maidan sementara 45 persen menentangnya. Pendapat terbelah secara regional. Masyarakat di bagian barat dan tengah Ukraina sangat mendukung demonstrasi, dengan masing-masing 84 persen dan 66 persen, sedangkan penduduk di bagian timur dan selatan negara itu yang berbahasa Rusia, sama-sama keras menentang, sebesar 81 persen dan 60 persen.
Ukraina Timur adalah jantung pemilihan Yanukovych, tetapi penduduknya tidak turun ke jalan dalam jumlah besar untuk mendukung dia. Travin menjelaskan, “Yanukovych telah sangat mengecewakan para pemilihnya sendiri. Hubungan dengan Rusia buruk dan kualitas hidup telah merosot.”
Namun, pengunjuk rasa pro Uni Eropa tidak bisa mengabaikan rekan-rekan mereka di kawasan industrial di timur, paling tidak karena wilayah tersebut menyumbang banyak ke negara itu: Donetsk, wilayah kampung halaman Yanukovych, sendiri menyumbang seperempat dari seluruh pendapatan pemerintah. Kawasan timur mencemaskan industri beratnya akan runtuh jika pemerintah menandatangani Perjanjian Asosiasi, karena Rusia adalah pasar terbesar untuk produk-produknya dan telah mengatakan bahwa mereka akan menerapkan tarif perdagangan sebagai balasannya.
Gangguan hubungan ekonomi dengan Rusia akan mengakibatkan penutupan beberapa proyek penting, termasuk produksi bersama pesawat kargo baru, An-70, untuk angkatan udara Rusia. Politisi Rusia juga mengatakan Moskow tidak akan memulai proyek-proyek baru karena alasan keamanan.
“Kami tidak akan menempatkan atau menggunakan teknologi sensitif apa pun di wilayah itu. Alasannya sederhana – teknologi yang akan ada di sana bukan milik Uni Eropa, tapi NATO”, kata Dmitry Rogozin, wakil perdana menteri Rusia. “Ukraina harus memutuskan apa yang negara itu inginkan – Konstitusi baru atau ikan sturgeon yang dibumbui.”
Krisis “euromaidan” memperburuk krisis keuangan Ukraina. Tingkat pertanggungan terhadap risiko gagal-bayar pada obligasi Ukraina telah naik ke tingkat dunia seperti pra-gaga--bayarnya Argentina dan Venezuela. Namun Yanukovych sangat membutuhkan kredit asing untuk membayar utang, termasuk utang $2 miliar (£ 1,2 miliar) kepada Gazprom Rusia untuk pengiriman gas.
Ukraina perlu meminjam setidaknya $10 miliar untuk menghindari gagal bayar, Deputi Pertama Perdana Menteri Serhiy Arbuzov mengakui pada bulan ini. Ada beberapa pemberi pinjaman yang bersedia menalangi. Para politisi Eropa “tersinggung” oleh penolakan Yanukovych pada menit terakhir untuk menandatangani kesepakatan perdagangan, sementara menteri-menteri Ukraina mengeluh bahwa kesepakatan tersebut hanya berisi dana bantuan sebesar €610 juta (£515 juta). Dana Moneter Internasional menuntut pemotongan kesejahteraan drastis sebagai imbalan atas pemberian dukungan.
Untuk saat ini, hanya Moskow yang menawarkan dukungan keuangan pada skala yang diperlukan – tetapi dengan syarat Ukraina menolak Perjanjian Asosiasi. Yanukovych dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow hari ini, dan bantuan ekonomi diharapkan menjadi prioritas pada agenda.
ref: http://www.beritasatu.com/
http://indonesia.rbth.com/
Bentrokan yang kembali pecah di Kiev, Ukraina pada Kamis (20/2), membuyarkan kesepakatan gencatan senjata yang baru sehari dicetuskan Presiden Viktor Yanukovych. Setidaknya 25 orang tewas dalam bentrokan terbaru itu dan membuat negara pecahan Uni Soviet itu makin terperosok dalam konflik berdarah.
Tetapi bagaimanakah awal krisis politik itu terjadi? Berikut adalah urutan waktu pecahnya krisis politik di Ukraina, yang sudah menewaskan sekitar 60 orang itu:
November 2013
21 November - Pemerintah Ukraina menunda pembicaraan tentang Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa, demi membangun hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Rusia. Langkah itu memantik kemarahan kelompok oposisi yang pro-Eropa, yang kemudian berencana melakukan demonstrasi.
Desember 2013
1 Desember - Massa berjumlah hingga 500.000 berkumpul di Lapangan Merdeka, Kiev. Mereka membangun perkemahan dan barikade, memulai demonstrasi antipemerintah.
11 Desember - Pasukan keamanan berusaha mengusir demonstran, tetapi gagal.
17 Desember - Presiden Yanukovych berangkat ke Moskwa, Rusia, untuk menandatangi kesepakatan dana talangan sebesar 15 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 177.18 trilun) dan mendapat potongan harga untuk membeli gas Rusia.
Januari 2014
19 Januari - Puluhan orang luka dalam bentrokan berdarah antara polisi dan demonstran di Kiev, setelah sekitar 200.000 demonstran melawan larangan untuk berdemonstrasi.
22 Januari - Demonstrasi terus berlangsung. Polisi menyerang barikade demonstran di pusat Kota Kiev. Para demonstran menyerang dengan lemparan batu dan bom molotov sementara polisi membalas dengan gas air mata dan peluru karet.
28 Januari - Perdana Menteri Mykola Azarov mengundurkan diri. Parlemen membatalkan undang-undang antidemonstrasi.
Februari 2014
2 Februari - Para pemimpin oposisi meminta mediasi internasional dan bantuan finansial dari Barat di hadapan lebih dari 60.000 demonstran di Kiev.
5-6 Februari - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton dan utusan khusus AS untuk Eropa, Victoria Nuland, mengunjungi Kiev.
7 Februari - Presiden Yanukovych bertemu dengan sekutunya Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia.
9 Februari - Sekitar 70.000 demonstran berkumpul di Lapangan Merdeka.
14 Februari - Sebanyak 234 demonstran yang ditahan sejak Desember 2013 dibebaskan, tetapi dakwaan atas mereka tidak dicabut.
16 Februari - Para demonstran meninggalkan balai kota Kiev yang mereka duduki sejak 1 Desember. Puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Merdeka.
18-19 Februari - 28 orang, termasuk 10 polisi, tewas dalam bentrokan berdarah di Lapangan Merdeka. Demonstran kembali menduduki balai kota Kiev. Polisi antihuru-hara melancarkan serangan terhadap demonstran sepanjang malam.
19 Februari - Presiden Yanukovych mencopot kepala staf angkatan bersenjata Ukraina dan mengumumkan digelarnya "operasi anti-teroris" di negaranya sendiri. Negara-negara Barat mengecam aksi kekerasan di Ukraina dan mengancam akan menjatuhkan sanksi.
20 Februari - Demonstran menyerang polisi di Kiev, mengabaikan kesepakatan gencatan senjata yang dicetukan Yanukovych. Sekitar 25 orang tewas dalam peristiwa itu, demikian dikatakan konresponden AFP di berada di sekitar lokasi bentrokan. Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan dua orang polisi tewas ditembak dalam insiden itu.
Ketika Ukraina Harus Memilih Antara Rusia dan Uni Eropa
Krisis atas masa depan negara itu semakin intens ketika pengunjuk rasa yang mendukung hubungan yang lebih erat dengan Eropa mengusung barikade kembali ke Maidan Square, Kiev.
Opini di Ukraina telah terbagi dua antara: apakah negara itu harus menandatangani Perjanjian Asosiasi yang menawarkan hubungan perdagangan dan politik dengan Uni Eropa, atau bergerak lebih dekat ke Customs Union (Uni Kepabeanan) yang terdiri dari Rusia, Belarus dan Kazakhstan. Beberapa orang, seperti Roman Travin, seorang ilmuwan politik dari timur kota Kharkov, sudah menyebut keadaan ini sebagai “perang dingin sipil.”
Barikade kembali ke Independence Square di Kiev, yang dikenal sebagai Maidan Square, di mana sekitar 200 ribu orang berkumpul pada hari Minggu dalam sebuah unjuk rasa pro-Eropa untuk menuntut pengunduran diri Presiden Viktor Yanukovych. Senator AS John McCain, mantan calon presiden dari Partai Republik, mengatakan kepada mereka: “Kami di sini untuk mendukung tuntutan Anda yang sah, yaitu hak berdaulat Ukraina untuk menentukan nasib sendiri secara bebas dan mandiri. Dan takdir, yang Anda cari, terletak di Eropa.”
Para pendukung Yanukovych menggelar unjuk rasa tandingan tak jauh dari sana di Mariinsky Park, meskipun yang hadir jauh lebih sedikit. Para pembicara bersikeras bahwa mereka akan memenangkan pertempuran untuk masa depan negara itu.
Yevhan Magda, seorang analis politik di Kiev, berpendapat bahwa banyak dari para pengunjuk rasa antipemerintah “tidak menuntut integrasi Eropa, tetapi menentang pelanggaran hak-hak sipil mereka oleh pemerintah dan pasukan keamanan.”
Sebuah jajak pendapat pada tanggal 2 Desember oleh Gorshenin Institute menghasilkan gambaran serupa. Sebanyak 56 persen dari mereka yang disurvei berada di Maidan Square untuk menuntut pengunduran diri presiden dan pemerintah. Hanya 28 persen berada di sana khusus untuk mendukung Perjanjian Asosiasi dengan Uni Eropa.
“Penandatanganan Perjanjian Asosiasi bukanlah pilihan antara Eropa dan Rusia. Ini adalah masalah kelangsungan hidup negara”, Sergei Kaplin, seorang anggota parlemen dari partai Udar yang dipimpin oleh petinju juara dunia Vitali Klitschko mengatakan kepada RBTH. “Kami dibuat kewalahan oleh korupsi, negara kami memiliki banyak masalah. Saya melihat satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan menerapkan standar hukum dari negara-negara Eropa.”
Sebuah survei oleh lembaga riset Ukraina, Research & Branding Group, menemukan bahwa 49 persen responden mendukung protes Maidan sementara 45 persen menentangnya. Pendapat terbelah secara regional. Masyarakat di bagian barat dan tengah Ukraina sangat mendukung demonstrasi, dengan masing-masing 84 persen dan 66 persen, sedangkan penduduk di bagian timur dan selatan negara itu yang berbahasa Rusia, sama-sama keras menentang, sebesar 81 persen dan 60 persen.
Ukraina Timur adalah jantung pemilihan Yanukovych, tetapi penduduknya tidak turun ke jalan dalam jumlah besar untuk mendukung dia. Travin menjelaskan, “Yanukovych telah sangat mengecewakan para pemilihnya sendiri. Hubungan dengan Rusia buruk dan kualitas hidup telah merosot.”
Namun, pengunjuk rasa pro Uni Eropa tidak bisa mengabaikan rekan-rekan mereka di kawasan industrial di timur, paling tidak karena wilayah tersebut menyumbang banyak ke negara itu: Donetsk, wilayah kampung halaman Yanukovych, sendiri menyumbang seperempat dari seluruh pendapatan pemerintah. Kawasan timur mencemaskan industri beratnya akan runtuh jika pemerintah menandatangani Perjanjian Asosiasi, karena Rusia adalah pasar terbesar untuk produk-produknya dan telah mengatakan bahwa mereka akan menerapkan tarif perdagangan sebagai balasannya.
Gangguan hubungan ekonomi dengan Rusia akan mengakibatkan penutupan beberapa proyek penting, termasuk produksi bersama pesawat kargo baru, An-70, untuk angkatan udara Rusia. Politisi Rusia juga mengatakan Moskow tidak akan memulai proyek-proyek baru karena alasan keamanan.
“Kami tidak akan menempatkan atau menggunakan teknologi sensitif apa pun di wilayah itu. Alasannya sederhana – teknologi yang akan ada di sana bukan milik Uni Eropa, tapi NATO”, kata Dmitry Rogozin, wakil perdana menteri Rusia. “Ukraina harus memutuskan apa yang negara itu inginkan – Konstitusi baru atau ikan sturgeon yang dibumbui.”
Krisis “euromaidan” memperburuk krisis keuangan Ukraina. Tingkat pertanggungan terhadap risiko gagal-bayar pada obligasi Ukraina telah naik ke tingkat dunia seperti pra-gaga--bayarnya Argentina dan Venezuela. Namun Yanukovych sangat membutuhkan kredit asing untuk membayar utang, termasuk utang $2 miliar (£ 1,2 miliar) kepada Gazprom Rusia untuk pengiriman gas.
Ukraina perlu meminjam setidaknya $10 miliar untuk menghindari gagal bayar, Deputi Pertama Perdana Menteri Serhiy Arbuzov mengakui pada bulan ini. Ada beberapa pemberi pinjaman yang bersedia menalangi. Para politisi Eropa “tersinggung” oleh penolakan Yanukovych pada menit terakhir untuk menandatangani kesepakatan perdagangan, sementara menteri-menteri Ukraina mengeluh bahwa kesepakatan tersebut hanya berisi dana bantuan sebesar €610 juta (£515 juta). Dana Moneter Internasional menuntut pemotongan kesejahteraan drastis sebagai imbalan atas pemberian dukungan.
Untuk saat ini, hanya Moskow yang menawarkan dukungan keuangan pada skala yang diperlukan – tetapi dengan syarat Ukraina menolak Perjanjian Asosiasi. Yanukovych dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow hari ini, dan bantuan ekonomi diharapkan menjadi prioritas pada agenda.
ref: http://www.beritasatu.com/
http://indonesia.rbth.com/
Fenomena KDRT Di Indonesia
Pengertian KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)
KDRT adalah singkatan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pengertian KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Kekerasan terhadap perempuan telah menjadi isu global dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia, hal ini terdapat di dalam Pasal 1 Deklarasi Penghapusan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, 1993 yang berbunyi: "Setiap tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual, dan psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan, perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi".
KDRT adalah situasi yang sering terjadi dalam ruang lingkup keluarga. Ruang lingkup keluarga yang dimaksud antara lain:
Suami, isteri, dan anak
Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud nomor 1 karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau
Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.
Sedangkan, bentuk KDRT yang sering terjadi di dalam lingkup rumah tangga yaitu:
Kekerasan fisik: kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.
Kekerasan psikis: kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.
Kekerasan seksual: kekerasan seksual adalah setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara yang tidak wajar dan/atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
Penelantaran rumah tangga: penelantaran rumah tangga meliputi dua tindakan yaitu: 1) orang yang mempunyai kewajiban hukum atau karena persetujuan atau perjanjian memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut dalam lingkup rumah tangga namun tidak melaksanakan kewajiban tersebut. 2) setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam dan di luar rumah tangga sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.
KDRT di Indonesia
Kekerasan yang dialami korban KDRT dominan dilakukan dengan cara penganiayaan yang dilakukan suami terhadap isteri.
Menyikapi hal tersebut Staf Divisi Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia, Mitra Lubis SH mengatakan, angka tersebut masih kecil bila berkaca pada data tahun 2011 yang dikeluarkan Polresta Medan yang mencapai 278 kasus. Sebanyak 94 di antaranya sudah pada tingkat penyelesaian perkara.
“Permasalahan KDRT bukan hanya sebatas perselisihan antara suami dan istri tetapi ketika hal tersebut terjadi maka dampak dari KDRT tersebut tidak saja bagi istri yang menjadi korban tetapi juga berimbas kepada anak-anak mereka,” ungkap Mitra.
Mitra menambahkan, Subtansi dari Undang-Undang (UU) 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT lebih menekankan penyelesaian tidak melalui jalur pengadilan melainkan menempuh jalur kekeluargaan. Hal ini juga semestinya dilakukan kepolisian dalam penyelesaian kasus KDRT.
Untuk menghindari terjadi KDRT, Mitra meminta kepada pasangan suami-isteri untuk menghindari segala bentuk pertengkaran. “Berkomunikasilah dengan baik sesering mungkin dan hindari pertengkaran. Masalah besar dikecilkan , masalah kecil di tiadakan” kata Mitra.
Selain itu, agar hal buruk tersebut tidak sampai muncul dalam kehidupan keluarga, Mitra meminta kepada pasangan suami-isteri dan keluarga untuk saling memberi dukungan, saling menghargai pendapat pola pikir antar pasangan, menjalin keterbukan dan saling memaafkan menyadari setiap kekurangan pasangan masing-masing.
“Saling menghargai dan mencintai adalah bibit yang baik untuk menuai kebahagiaan keluarga saat ini dan di masa yang akan datang” tegas Mitra.
ref: http://www.pengertianahli.com/
http://www.harianorbit.com/
KDRT adalah singkatan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Pengertian KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Kekerasan terhadap perempuan telah menjadi isu global dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia, hal ini terdapat di dalam Pasal 1 Deklarasi Penghapusan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, 1993 yang berbunyi: "Setiap tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual, dan psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan, perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi".
KDRT adalah situasi yang sering terjadi dalam ruang lingkup keluarga. Ruang lingkup keluarga yang dimaksud antara lain:
Suami, isteri, dan anak
Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud nomor 1 karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau
Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.
Sedangkan, bentuk KDRT yang sering terjadi di dalam lingkup rumah tangga yaitu:
Kekerasan fisik: kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat.
Kekerasan psikis: kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.
Kekerasan seksual: kekerasan seksual adalah setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara yang tidak wajar dan/atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
Penelantaran rumah tangga: penelantaran rumah tangga meliputi dua tindakan yaitu: 1) orang yang mempunyai kewajiban hukum atau karena persetujuan atau perjanjian memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut dalam lingkup rumah tangga namun tidak melaksanakan kewajiban tersebut. 2) setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam dan di luar rumah tangga sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.
KDRT di Indonesia
Kekerasan yang dialami korban KDRT dominan dilakukan dengan cara penganiayaan yang dilakukan suami terhadap isteri.
Menyikapi hal tersebut Staf Divisi Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia, Mitra Lubis SH mengatakan, angka tersebut masih kecil bila berkaca pada data tahun 2011 yang dikeluarkan Polresta Medan yang mencapai 278 kasus. Sebanyak 94 di antaranya sudah pada tingkat penyelesaian perkara.
“Permasalahan KDRT bukan hanya sebatas perselisihan antara suami dan istri tetapi ketika hal tersebut terjadi maka dampak dari KDRT tersebut tidak saja bagi istri yang menjadi korban tetapi juga berimbas kepada anak-anak mereka,” ungkap Mitra.
Mitra menambahkan, Subtansi dari Undang-Undang (UU) 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT lebih menekankan penyelesaian tidak melalui jalur pengadilan melainkan menempuh jalur kekeluargaan. Hal ini juga semestinya dilakukan kepolisian dalam penyelesaian kasus KDRT.
Untuk menghindari terjadi KDRT, Mitra meminta kepada pasangan suami-isteri untuk menghindari segala bentuk pertengkaran. “Berkomunikasilah dengan baik sesering mungkin dan hindari pertengkaran. Masalah besar dikecilkan , masalah kecil di tiadakan” kata Mitra.
Selain itu, agar hal buruk tersebut tidak sampai muncul dalam kehidupan keluarga, Mitra meminta kepada pasangan suami-isteri dan keluarga untuk saling memberi dukungan, saling menghargai pendapat pola pikir antar pasangan, menjalin keterbukan dan saling memaafkan menyadari setiap kekurangan pasangan masing-masing.
“Saling menghargai dan mencintai adalah bibit yang baik untuk menuai kebahagiaan keluarga saat ini dan di masa yang akan datang” tegas Mitra.
ref: http://www.pengertianahli.com/
http://www.harianorbit.com/
Perkembangan Lenovo Mobile Phone
Lenovo telah membangun bisnis telepon seluler yang solid di China dan mencapai posisi nomor dua dalam hanya waktu 18 bulan. Melalui Research and Development Centre di Yamato (Jepang), Beijing, Shanghai, Shenzhen (China) dan Raleigh, North Carolina (US), Lenovo telah berhasil memposisikan dirinya tidak saja sebagai pemain telpon selular di China, tetapi juga di dunia. Indonesia adalah negara beruntung selain Filipina, India, Rusia yang turut menikmati smartphone canggih dari Lenovo dengan harga terjangkau. Di Indonesia, Trikomsel adalah partner Lenovo secara Exclusive – dimana posisi Exclusive sangatlah penting dan boleh dibilang kita adalah “Lenovo Indonesia” nya untuk bisnis telepon seluler Lenovo.
Mengapa Lenovo Smartphone Di Identifikan Sebagai Best Value Smartphone?
Produk smartphone terbaik bukan hanya diukur oleh kecanggihan Hardware ataupun Software yang dibenamkan dalam perangkat tersebut. Perangkat dengan Hardware yang canggih tentu akan memanjakan indera kita karena memiliki performa terbaik, sangat nyaman dilihat atau didengarkan dan banyak lagi. Begitu pula memiliki perangkat denganSoftware canggih tentu akan membantu kita melakukan aktivitas mobilitas secara optimum dan efiesien. Kombinasi keduanya sudah pasti membuat suatu produk menjadi sangat atraktif dan menggiurkan. Akan tetapi, bagaimana jika produk tersebut diluar kemampuan kantong kita? Akankah produk tersebut lebih tepat menjadi Produk Impian daripada produk yang best value for money? Best value smartphone haruslah memiliki kecanggihan dari sisi Hardware, dan yang terpenting harus dengan harga terjangkau. Suatu contoh melalui uji coba kecil yang saya lakukan memakai Lenovo K860 dan software pengukuran performa telepon selular namanya Antutu Benchmark. Seperti dilihat digambar, “My Device” adalah device Lenovo K860 yang di uji coba dan dibawahnya hasil dari produk-produk lain. Yang mana kira-kira Best Value smartphone antara smartphone dengan performa lebih rendah dan harga Rp 6,999 juta atau “My Device” Lenovo K860 dengan harga Rp. 4 jutaan?
5 Lenovo Best Value Smartphone Dalam 4 Kategori.
Terdapat 4 kategori untuk mempermudah kita memillih dan menjual Lenovo Smartphone.
Kategori “A” atau “Affordable” -- Harga Terjangkau
Lenovo tipe A60+ adalah smartphone dengan harga paling terjangkau dari seluruh tipe-tipe yang ada saat ini. Walaupun tipe ini harganya murah, tetapi memiliki hardware dan software yang terbaik di kelasnya. Bayangkan saja, A60+ memiliki: - Dual Sim GSM/GSM
- 1.0 Ghz Processor
- 3.5” Screen Display
- Android 2.3 Gingerbread
- 1500 mAh battery capacity - RAM 256 dengan kapasita SD hingga 32 GB - Kamera belakang 2MP
Kategori “S” atau “Stylish” – Mengikuti Mode dan Trend. Terdapat 2 tipe smartphone dalam kategori S.
Lenovo tipe S560 adalah Smartphone Musik yang memiliki keunggulan suara jernih dan performa speaker untuk mendukung suasana musik sekelas Hi-Fi melalui perangkat telepon selular. Tipe S560 dilengkapi dengan teknologi SmartSound memakai Dolby Digital Plus Technology dan keunggulan SmartPower yang mengoptimasi pemakaian battery hingga memainkan 50 jam music non-stop. Lenovo S560 dapat disetarakan sebagai pengganti pemutar MP3 dan speaker. Tidak perlu lagi 3 devices (telepon, mp3 player, speaker) kalau sudah dapat digantikan dengan 1 smartphone all-in-one dengan kemampuan yang sama. Detail spesifikasi dari tipe ini adalah sebagai berikut - Dual Sim GSM/GSM - Dual Core 1.0 Ghz Processor - 4.0” Screen IPS Display (IPS adalah teknologi terbaru dalam kejernihan layar LCD) - Android 4.0 Ice Cream Sandwich - Music with Digital Dolby Plus Technology - 2000 mAh battery capacity - up to 50 hours music playback duration - RAM 512 dengan tambahan ROM 4GB dan kapasitas SD hingga 32 GB - Kamera belakang 5MP dan depan 0.3MP
Lenovo tipe S880 adalah Smartphone yang tentu sudah banyak dikenal, karena sudah dipasarkan sejak bulan lalu dan mendapat response yang besar di market. Keunggulan terbesar dari produk ini adalah layar lebar 5” yang mempermudah pengguna dalam melakukan aktivitas browsing, gaming, reading atau sekedar bersosialisasi melalui facebook, whatsapp dan lainnya. Selain dari pada itu S880 juga memiliki dual-sim standby dengan kapasitas battery yang besar untuk menunjang aktivitas bersocial media. Detail spesifikasi dapat dilihat seperti dibawah ini. - Dual Sim GSM/GSM - 1.0 Ghz Processor - 5.0” Screen IPS Display - Android 4.0 Ice Cream Sandwich - Slim design only 9.9mm thickness - Kamera belakang 5MP dan depan 2MP - 2250 mAh battery capacity - RAM 512 dengan kapasitas SD hingga 32 GB
Kategori “P” atau “Professional” – Seri business
Lenovo tipe P700i adalah seri professional smartphone yang menunjang aktivitas kegiatan kantor ataupun diluar kantor. Hal yang paling menonjol dalam seri P700i adalah kapasitas battery yang sangat besar yaitu 2500mAh, yang secara teori battery sebesar itu dapat menunjang aktivitas telepon (atau talk-time) selama 28 jam non-stop dan kondisi standby selama 13 hari. Tentunya tidak hanya battery, tetapi juga dillengkapi dengan software yang menunjang seperti SmartEnergy yang mengatur penggunaan daya battery hingga titik yang paling effiesien dan aplikasi Android ICS 4.0 sebagai Operating System nya. - Dual Sim GSM/GSM - Dual Core 1.0 Ghz Processor - 4.0” Screen IPS Display - Android 4.0 Ice Cream Sandwich - 2500 mAh battery capacity - RAM 512 dengan kapasitas SD hingga 32 GB - Kamera belakang 5MP dan depan 0.3MP
Kategori “K” atau “GeeK” – Seri untuk pencita High-Spec Hardware
Lenovo tipe K860 adalah seri premium dengan spesifikasi paling tinggi disemua smartphone Lenovo. Semua yang dibenamkan di device ini adalah yang terbaik di kelasnya. Tentunya dengan tetap memaintain harga yang tetap aggressive.
- Quad Core 1.4 Ghz Processor - High Resolution 5.0” Screen IPS Display - Android 4.0 Ice Cream Sandwich - High Recreational experience system - Capacitive experience with 4 points multi-touch - 2250 mAh battery capacity - RAM 1GB + Memory 8 GB dan kapasitas SD hingga 32 GB
- Kamera belakang 8MP, kamera depan 2MP
Perkembangan Pasar Lenovo di Indonesia
Selang berlangsungnya Kampanye Do Network yang diselenggarakan oleh Lenovo, kali ini kehadiran Lenovo menginformasikan jajaran notebook di tahun 2012 dan perkembangan pasarnya di Indonesia (28/2).
Sandy Lumy selaku President Director Lenovo Indonesia membuka acara dengan menginformasikan pertumbuhan serta keberadaan Lenovo yang saat ini menempati posisi 2, hanya selisih 2 persen dengan posisi pertamanya. Lenovo tercatat sebagai PC vendor tercepat dari vendor-vendor lainnya dengan tumbuh sebanyak 14 persen.
Emerging market share sebesar 26,7 persen dari total market share, dan pertumbuhan Lenovo per kuarter sebanyak 2 persen. Di Indonesia, Lenovo tumbuh sebanyak 10 persen, di market sebanyak 9 persen, sehingga 2 kali lebih cepat per kuarternya.
Lenovo tetap berkomitment di industri PC dengan menghadirkan sederetan produk terbarunya di ajang CES pada awal tahun ini, seperti kehadiran Lenovo ThinkPad X1 Hybrid yang sudah ada di kantor Lenovo, Wisma BNI 46, Jakarta, walaupun belum secara resmi produk ini diluncurkan karena masih dalam tahap sertifikasi dan pengujian. Sementara pada divisi Mobile Internet and Digital Home Business (MIDH), Lenovo akan menghadirkan jajaran ponsel Android.
CHIP mendapat kesempatan untuk melakukan preview cepat pada Lenovo ThinkPad X1 Hybrid hadir dengan dual-boot, dimana booting dengan OS Linux yang ringan mampu menghadirkan ketahanan hingga 10 jam penggunaan, baik untuk multimedia ataupun aktivitas email serta browsing dengan baterai hanya 3-4 cell. Bobot pada Lenovo ThinkPad X1 Hybrid juga tergolong ringan hanya sekitar 1,27 Kg dengan layar 13 inci. CHIP mencoba mengangkatnya, dan merasakan keringanannya, terbilang kokoh dan padat, serta bentuknya cukup tipis sekitar 1,5 cm di sektor depan. Diinformasikan juga bahwa Lenovo ThinkPad X1 Hybrid mampu mengisi baterai 80 persen hanya dalam waktu 30 menit.
Sandy juga menginformasikan akan keberadaan Lenovo IdeaPad U300s Ultrabook yang telah diluncurkan pada awal Desember 2011, telah mengalami kehabisan stok. Lenovo IdeaPad U300s Ultrabook yang hanya hadir dengan warna abu-abu dipasar Indonesia telah habis dengan stok awal sebanyak 140 unit, yang tentunya ultrabook pertama Lenovo ini mendapat respon positif di masyarakat. Harga yang terbilang premium rupanya berbanding lurus dengan kemampuan yang ditawarkan oleh Lenovo IdeaPad U300s Ultrabook yang tetap mengutamakan bobot yang ringan, dan bentuk ramping, serta ketahanan baterai selama 30 hari kondisi standby.
Sementara pada pasar SMB, kehadiran ThinkCentre Edge 71z yang diminati pasar karena faktor penghematan ruang, minim konsumsi listrik serta berbagai fitur menarik yang dikemas menjadi satu kesatuan. Kebutuhan pasar SMB pada produk ini memberikan kemudahan para UKM yang tidak memiliki IT Manager, sehingga pengaturan dapat dilakukan dengan mudah oleh bisnis owner sendiri.
Sandy juga menginformasikan akan kehadiran U300E yang merupakan bentuk lain dari U300s, dimana U300E menggunakan harddisk standard, namun mampu menekan harga produk dibawah $1000. Untuk pasar yang menginginkan kehadiran slot optical drive, Lenovo juga menghadirkan U400 dengan pilihan prosesor Intel i5 atau i7 dengan performa tinggi sesuai kebutuhan pengguna.
Pada sektor tablet, keberadaan IdeaPad Tablet K1 juga rupanya diminati pasar, dimana stok awal sebanyak 1000 unit telah habis dipasar Indonesia sejak kehadirannya di Indocomtech 2011. Untuk ThinkPad Tablet, sudah habis sebanyak 900 unit. Kedepannya, Lenovo juga akan menghadirkan tablet berukuran 7 dan 10 inci yang memberikan pilihan kebutuhan kepada pengguna.
ref: http://www.chip.co.id/news/general/1872/perkembangan_pasar_lenovo_di_indonesia
Minggu, 07 Juli 2013
BUDAYA ORGANISASI
Budaya Organisasi Menurut
Para Ahli- Kata budaya
(Culture) sebagai suatu konsep berakar dari kajian atau disiplin ilmu
Antropologi ; yang oleh Killman . et. Al (dalam Nimran, 2004 : 134) diartikan
sebagai Falsafah, ideologi, nila-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap dan
norma yang dimiliki bersama dan mengikat suatu masyarakat.
Kini
konsep tersebut telah pula mendapat tempat dalam perkembangan ilmu perilaku
organisasi, dan menjadi bahasan yang penting dalam literatur ilmiah dikedua
bidang itu dengan memakai istilah budaya organisasi
Ø Menurut Robbins (1999 : 282) semua
organsasi mempuyai budaya yang tidak tertulis yang mendefinisikan
standar-standar perilaku yang dapat diterima dengan baik maupun tidak untuk
para karyawan. Dan proses akan berjalan beberapa bulan, kemudian setelah itu kebanyakan
karyawan akan memahami budaya organiasi mereka
seperti, bagaimana berpakaian untuk kerja dan lain sebagainya
Ø Gibson (1997 : 372) mendefinisikan budaya organisasi
sebagai sistem yang menembus nilai-nilai, keyakinan, dan norma yang ada
disetiap organisasi. Kultur organisasi dapat mendorong atau menurunkan efektifitas
tergantung dari sifat nilai-nilai, keyakinan dan norma-norma yang dianut
Dalam mempelajari
budaya organisasi ada beberapa tingkatan budaya dalam sebuah organisasi,, dari
yang terlihat dalam perilaku (puncak) sampai pada yang tersembunyi. Schein
(dalam Mohyi 1996: 85) mengklasifikasikan budaya organisasi dalam tiga kelas,
antara lain :
1.
Artefak
Artefak merupakan
aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik dalam
manifestasi nyata dari budaya organisasi
2.
Nilai-nilai yang mendukung
Nilai adalah dasar titik berangka evaluasi yag dipergunakan anggota organisasi untuk menilai organisasi, perbuatan, situasi dan hal-hal lain yag ada dalam organisasi
Nilai adalah dasar titik berangka evaluasi yag dipergunakan anggota organisasi untuk menilai organisasi, perbuatan, situasi dan hal-hal lain yag ada dalam organisasi
3.
Asumsi dasar
Adalah keyakinan yang dimiliki anggota organisasi tentang diri mereka sendiri, tentang orang lain dan hubungan mereka dengan orang lain serta hakekat organisasi mereka
Adalah keyakinan yang dimiliki anggota organisasi tentang diri mereka sendiri, tentang orang lain dan hubungan mereka dengan orang lain serta hakekat organisasi mereka
Sementara Lundberg
(dalam Mohyi, 1999:196)dalam studinya yang melanjutkan penelitian (pendapat)
Schein dan menjadikan tingkatan budaya organisasi sebagai topik utama
mengklasifikasikan budaya organisasi dalam empat kelas, yaitu
1)
Artefak
Artefak merupakan aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik dalam manifestasi nyata dari budaya organisasi
Artefak merupakan aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik dalam manifestasi nyata dari budaya organisasi
2)
Perspektif
Perspektif adalah aturan-aturan dan norma yag dapat diaplikasikan dalam konteks tertentu, misalnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, cara anggota organisasi mendefinisikan situasi-siatuasi yang muncul. Biasanya anggota menyadari perspektif ini.
Perspektif adalah aturan-aturan dan norma yag dapat diaplikasikan dalam konteks tertentu, misalnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, cara anggota organisasi mendefinisikan situasi-siatuasi yang muncul. Biasanya anggota menyadari perspektif ini.
3)
Nilai
Nilai ini lebih abstrak dibanding perspektif, walaupun sering diungkap dalam filsafat organisasi dalam menjalankan misinya
Nilai ini lebih abstrak dibanding perspektif, walaupun sering diungkap dalam filsafat organisasi dalam menjalankan misinya
4)
Asumsi
Asumsi ini seringkali tidak disadari lebih dalam dari artefak, perspektif dan nilai
Asumsi ini seringkali tidak disadari lebih dalam dari artefak, perspektif dan nilai
Fungsi Budaya Organisasi
Fungsi budaya pada
umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi,
karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa
fungsi budaya, yaitu :
Sebagai identitas dan
citra suatu masyarakat
Sebagai pengikat suatu
masyarakat
Sebagai sumber
Sebagai kekuatan
penggerak
Sebagai kemampuan
untuk membentuk nilai tambah
Sebagai pola perilaku
Sebagai warisan
Sebagai pengganti formalisasi
Sebagai mekanisme
adaptasi terhadap perubahan
Sebagai proses yang
menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state
Sedangkan menurut
Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :
Budaya mempunyai suatu
peran menetapkan tapal batas
Budaya berarti
identitas bagi suatu anggota organisasi
Budaya mempermudah
timbulnya komitmen
Budaya meningkatkan
kemantapan sistem sosial
Tipologi Budaya Organisasi
Ada beberapa tipologi budaya organisasi. Kotter dan Heskett (1998)
mengkategorisasi jenis budaya organisasi menjadi tiga yaitu budaya kuat dan
budaya lemah; budaya yang memiliki kecocokan strategik; dan budaya adaptif.
Organisasi yang berbudaya kuat biasanya dapat dilihat oleh orang luar sebagai
memilih suatu gaya tertentu. Dalam budaya organisasi yang kuat ini nilai-nilai
yang dianut bersama itu dikonstruksi ke dalam semacam pernyataan misi dan
secara serius mendorong para manajer untuk mengikutinya. Karena akar-akarnya
sudah mendalam, gaya dan nilai budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah
walaupun ada pergantian pimpinan.
Sejalan dengan itu, Robbins (1990) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan
budaya yang kuat adalah budaya di mana nilai-nilai inti dipegang secara
intensif dan dianut bersama secara meluas. Makin banyak anggota yang menerima
nilai-nilai inti dan makin besar komitmen mereka pada nilai-nilai itu, maka
makin kuat pula budaya tersebut. Sebaliknya organisasi yang berbudaya lemah,
nilai-nilai yang dianut tidak begitu kuat sehingga jatidiri organisasi tidak
begitu menonjol dan kemungkinan besar nilai-nilai yang dianut pun berubah
setiap pergantian pimpinan atau sesuai dengan kebijakan pimpinan yang baru.
Jenis budaya yang cocok secara strategik memiliki perspektif yang
menegaskan tidak ada resep umum untuk menyatakan seperti apa hakikat budaya
yang baik itu, hanya apabila “cocok” dengan konteksnya. Konteks itu dapat
berupa kondisi objektif dari organisasinya, segmen usahanya yang dispesifikasi
oleh strategi organisasi atau strategi bisnisnya sendiri. Konsep kecocokan
sangat bermanfaat khususnya dalam menjelaskan perbedaanperbedaan kinerja jangka
pendek dan menengah. Esensi konsepnya mengatakan bahwa suatu budaya yang
seragam tidak akan berfungsi. Oleh karena itu, beberapa variasi dibutuhkan
untuk mencocokan tuntutan-tuntutan spesifik dari bisnis-bisnis yang berbeda
itu.
Budaya adaptif didasari pemikiran bahwa organisasi merupakan sistem terbuka
dan dinamis yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk
dapat meraih sukses dalam lingkungan yang senantiasa berubah, organisasi harus
tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dapat membaca
kecenderungan-kecenderungan penting dan melakukan penyesuaian secara cepat.
Budaya organisasi adaptif memungkinkan organisasi mampu menghadapi setiap
perubahan yang terjadi tanpa harus berbenturan dengan perubahan itu sendiri.
Selanjutnya, Luthans (1992) memaparkan karakteristik budaya organisasi
sebagai berikut:
Peraturan-peraturan perilaku yang harus dipenuhi:
-Norma-norma
-Nilai-nilai yang dominan
-Filosofi
-Aturan-aturan
-Iklim organisasi.
Semua karakteristik budaya organisasi tersebut tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lainnya, dalam arti bahwa unsur-unsur tersebut mencerminkan budaya
yang berlaku dalam suatu jenis organisasi, baik yang berorientasi pada
pelayanan jasa maupun organisasi yang menghasilkan produk barang.
Robbins (1990) mengemukakan 10 karakteristik budaya organisasi, yaitu:
-Inisiatif individu
-Toleransi terhadap risiko
-Pengarahan
-Integrasi
-Dukungan manajemen
-Pengawasan
-Identitas
-Sistem penghargaan
-Toleransi terhadap konflik
-Pola komunikasi.
Inisiatif individual adalah seberapa jauh inisiatif seseorang dikehendaki
dalam perusahaan. Hal ini meliputi tanggung jawab, kebebasan dan independensi
dari masing-masing anggota organisasi, dalam artian seberapa besar seseorang
diberi wewenang dalam melaksanakan tugasnya, seberapa berat tanggung jawab yang
harus dipikul sesuai dengan kewenangannya dan seberapa luas kebebasan mengambil
keputusan.
Toleransi terhadap risiko, menggambarkan seberapa jauh sumber daya manusia
didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mau menghadapi risiko dalam
pekerjaannya. Pengarahan, hal ini berkenaan dengan kejelasan sebuah organisasi
dalam menentukan objek dan harapan terhadap sumber daya manusia terhadap hasil
kerjanya. Harapan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kuantitas, kualitas
dan waktu.
Integrasi adalah seberapa jauh keterkaitan dan kerja sama yang ditekankan
dalam melaksanakan tugas dari masing-masing unit di dalam suatu organisasi
dengan koordinasi yang baik. Dukungan manajemen, dalam hal ini seberapa jauh
para manajer memberikan komunikasi yang jelas, bantuan, dan dukungan terhadap
bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
Pengawasan, meliputi peraturan-peraturan dan supervisi langsung yang
digunakan untuk melihat secara keseluruhan dari perilaku karyawan. Identitas,
menggambarkan pemahaman anggota organisasi yang loyal kepada organisasi secara
penuh dan seberapa jauh loyalitas karyawan tersebut terhadap organisasi.
Sistem penghargaan pun akan dilihat dalam budaya organisasi, dalam arti
pengalokasian “reward” (kenaikan gaji, promosi) berdasarkan kriteria hasil
kerja karyawan yang telah ditentukan. Toleransi terhadap konflik, menggambarkan
sejauhmana usaha untuk mendorong karyawan agar bersikap kritis terhadap konflik
yang terjadi. Karakteristik yang terakhir adalah pola komunikasi, yang terbatas
pada hierarki formal dari setiap perusahaan.
source:
http://www.sarjanaku.com/2012/07/pengertian-budaya-organisasi-definisi.html
http://www.psychologymania.com/2013/01/tipologi-budaya-organisasi.html
Langganan:
Postingan (Atom)


