Sabtu, 08 Juni 2013

IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI



PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Imbalan dan hukuman merupakan salah satu cara memotivasi individu atau orang yang dipimpin dalam sebuah organisasi atau individu. Selain itu, imbalan dan hukuman juga sangat berpengaruh dalam kinerja organisasi. Dalam konsep manajemen, imbalan merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para individu. Metode ini bisa mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selan motivasi, imbalan juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya. Jika imbalan merupakan bentuk reinforcement yang positif, maka hukuman sebagai bentuk reinforcement yang negative, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan mesti bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik kea rah yang lebih baik.
1.2 Maksud dan Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah agar setiap individu dalam organisasi baik atasan maupun bawahan dapat mengetahui apa pengaruh dari memberikan imbalan dan hukuman dalam kinerja organisasi.
1.3 Ruang Lingkup
Dalam tulisan ini akan membahas tentang definisi imbalan dan hukuman dalam organisasi, tujuan dari imbalan dan hukuman, serta pengaruhnya dalam kinerja organisasi.



2.1. Definisi Imbalan dalam Organisasi
Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk  penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan (Ivancevich,1998). Sistem imbalan adalah pemberian salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan atas sumbangannya kepada organisasi terutama tercermin dari prestasi karyanya (Siagian,2002). Sistem imbalan baik berupa financial maupun non financial yang dikendalikan oleh organisasi dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi karyawannya (Simamora, 2001).
Sistem imbalan yang baik adalah sistem yang mampu menjamin kepuasan para anggota organisasi yang pada gilirannya memungkinkan organisasi memperoleh, memelihara, dan memperkerjakan sejumlah orang yang dengan berbagai sikap dan perilaku positif bekerja dengan produktif bagi kepentingan organisasi.

2.2. Maksud dan Tujuan dari Imbalan
          Terdapat beberapa maksud dari pemberian reward di dalam sebuah organisasi, yaitu :
·       . -  Penghubung kepentingan organisasi dalam individu
Kepentingan individu seringkali tidak seiring dengan kepentingan organisasi, maka dengan pemberian imbalan yang baik maka kesenjangan tersebut dapat diatasi.
·        - Pilihan organisasi
Dengan sistem imbalan yang baik akan memberikan keleluasan bagi organisasi untuk memilih calon alternative individu yang diinginkan sesuai dengan bidangnya atau kompetensi.
·          - Mempengaruhi kepuasan
Didalam perilaku organisasi dikatakan bahwa kompensasi/imbalan dapat meningkatkan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya yang juga sekaligus memacu motivasi individu kerja.
·         - Umpan balik
Standar imbalan tertentu akan menunjukkan kinerja yang harus diberikan kepada individu di dalam organisasi dari pekerjaan yang dilakukan.
·         - Pemberdayaan
Dengan imbalan yang cukup baik akan dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri di dalam organisasi dalam berhadapan dengan lingkungannya.
       Menurut Notoatmodjo (1998:67), tujuan dari kebijakan pemberian kompensasi meliputi :
-      Menghargai prestasi karyawan
-      Menjamin keadilan gaji karyawan
-      Mempertahankan karyawan atau mengurangi turnover karyawan
-      Memperoleh karyawan yang bermutu
-      Pengendalian biaya
-      Memenuhi perauturan-peraturan
2.3. Jenis-jenis Imbalan
Jenis imbalan menurut Gitosudarmo (1997:227) Ada 2 yaitu imbalan intrinsik  dan imbalan ekstrinsik. Imbalan intrinsic adalah imbalan yang berkaitan dengan  pekerjaan itu sendiri. Imbalan  intrinsik meliputi penyelesaian, pencapaian prestasi, otonomi, dan pertumbuhan  pribadi. Imbalan intrinsik ini penting bagi  para manajer karena imbalan ini merupakan kunci untuk membuka kekuatan motivasi  seseorang sebab motivasi merupakan pekerjaan dari diri sendiri dan merupakan  kemauan dari pribadi itu sendiri (Gibson, Ivancevich, dan Donnelly, 1985). Imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang tidak  berkaitan dengan pekerjaan tetapi berasal dari pekerjaan. Imbalan ekstrinsik  ini  merupakan ‘pemuas’ yang datang  dari  lingkungan luar dimana kita kerja atau tinggal. Imbalan ekstrinsik meliputi imbalan  finansial, jaminan sosial, pembagian keuntungan, pengakuan, promosi, supervisi,  persahabatan,  dan  perbedaan kompensasi (Anonimous, 2002).
2.4. Pengaruh Imbalan dalam Kinerja Organisasi
Apabila seseorang memperhatikan  pemberian imbalan kepada karyawan maka karyawan dengan kesadarannya akan mengerjakan tanggung jawab mereka dengan baik dan juga akan bekerja lebih keras untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi dengan meningkatkan hasil kerja mereka yang akan semakin baik yang secara tidak langsung, produktivitas mereka pun meningkat pula. Dengan meningkatkan produktivitas karyawan maka akan berdampak pada pertumbuhan produktivitas perusahaan yang artinya meningkatkan laba organisasi yang mungkin diperlukan untuk menjaga eksistensi organisasi, melakukan ekspansi maupun mengembangkan usaha.
         
2.5. Definisi Hukuman dalam Organisasi
Hukuman mengacu pada perilaku bila segera diikuti oleh presentasi atau oleh pencabutan atau penghentian rangsangan yang menurunkan tingkat perilaku dimasa depan (Azrin dan Holz, 1966). Hukuman(punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.
Ada 3 fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan :
- Membatasiperilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan
- Bersifat mendidik
- Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan
2.6. Tujuan Hukuman dalam Organisasi
Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai. Dengan sanksi hukum yang semakin berat, maka pegawai akan semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap dan perilaku indispliner pegawai juga akan semakin berkurang. Sanksi hukum harus diterapkan berdasarkan pertimbangan logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada seluruh pegawai. Sanksi hukum harus bersifat mendidik pegawai untuk mengubah perilakunya yang bertentangan dengan peraturan/ketentuan yang sudah disepakati bersama. 

             Yang perlu diperhatian dalam memberikan hukuman :
  • Penentuan waktu, waktu penerapan hukuman merupakan hal yang penting.
  • Intensitas. Hukuman mencapai keefektifan yang lebih besar jika stimulus yang tidak disukai relatif kuat.
  • Penjadwalan, Dampak hukuman tergantung pada jadwal. Pengertian konsistensi atau kemantapan penerapan setiap jenis jadwal jenis hukuman adalah penting.
  • Kejelasan alasan, kesadaran atau pengertian memainkan peranan penting dalam hukuman. Dengan menyediakan alasan yang jelas mengapa hukuman dikenakan dan pemberitahuan tentang konsekuensi mendatang, jika tanggapan yang tidak diharapkan terulang kembali.
  • Tidak bersifat pribadi. Hukuman yang ditujukan pada suatu tanggapan khusus tidak kepada orang atau pola umum perilaku.
2.7. Pengaruh Hukuman dalam Kinerja Organisasi
Dengan adanya hukuman maka akan meningkatkan disiplin kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Karena dengan memilki disiplin kerja yang tinggi maka seorang karyawan akan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dengan tertib dan lancar sehingga hasil kerjanya (kinerjanya) akan meningkat serta akan berdampak pula pada tujuan perusahaan yang dapat dicapai secara optimal.

KESIMPULAN :

Untuk meningkatkan kinerja organisasi dan mencapai tujuan organisasi diperlukan adanya suatu imbalan dan hukuman. Karena dengan adanya imbalan dan hukuman akan memberikan motivasi tersendiri bagi setiap individu di dalam organisasi sehingga kinerja individu akan meningkat dan akan berdampak pada tujuan organisasi yang dapat dicapai dengan optimal.


DAFTAR PUSTAKA :

1.     Suwarto FX, Perilaku Keorganisasian, Universitas Atmajaya, Yogyakarta, 1999.
2.    Stoner, James A.F dkk, Manajemen jilid II, Edisi bahasa Indonesia, PT Indeks Gramedia Group, 1996.
3.    Safrudin Agus Nursalim, Reward and Punishment,http://www.scribd.com/doc/46292466/Reward-and-Punishment-Dalam-Kepemimpinan , 30 Mei 2013 : 19.10
4.    Pengertian sistem imbalan menurut Siagian(2002),http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/05/pengertian-sistem-imbalan-menurut.html . 30 Mei 2013 : 19.50
5.    Kajian Pustaka, Pengertian, jenis dan tujan kompensasi,http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-jenis-dan-tujuan-kompensasi.html , 30 Mei 2013 : 20.30
6.    Karunia, Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja dan Produktivitas Karyawan dalam Organisasi, http://karunia-yuanita.blogspot.com/2012/07/paper-organisasi-dan-manajemen-pengaruh.html#!/2012/07/paper-organisasi-dan-manajemen-pengaruh.html , 31 Mei 2013 : 08.30
7.    Hukuman, http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman , 31 Mei 2013 : 08.50
8.    Bab 2 Tinjauan Pustaka, http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=25311 , 31 Mei 2013 : 09.00

Sabtu, 06 April 2013

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASIPERUSAHAAN



Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.
Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik. 

>> Definisi dari peran komunikasi dalam organisasi perusahaan 


Komunikasi dalam Organisasi Perusahaan adalah juga dapat diartikan sebagai komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi  (Effendy,1989: 214).

Price (1997) mendefinisikan komunikasi organisasi sebagai derajat atau tingkat informasi tentang pekerjaan yang dikirimkan organisasi untuk anggota dan diantara anggota organisasi. Tujuan komunikasi dalam organisasi adalah untuk membentuk saling pengertian (mutual understanding) sehingga terjadi kesetaraan kerangka referensi (frame of references) dan kesamaan pengalaman (field of experience) diantara anggota organisasi. 


Komunikasi organisasi harus dilihat dari berbagai sisi yaitu pertama komunikasi antara atasan kepada bawahan, kedua antara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain, ketiga adalah antara karyawan kepada atasan.

Hubungan komunikasi antara atasan dan bawahan juga tidak bisa dilepaskan dari budaya paternalistik yaitu atasan jarang sekali atau tidak pernah memberikan kepada bawahannya untuk bertindak sendiri, untuk mengambil inisiatif dan mengambil keputusan. Hal ini disebabkan karena komunikasi yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan bersifat formal dimana adanya struktur organisasi yang jauh antara atasan dengan bawahan. 

Sehingga konsekuensi dari perilaku ini bahwa para bawahannya tidak dimanfaatkan sebagai sumber informasi, ide, dan saran.

>>Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi


Beberapa alasan pentingnya Komunikasi:

1.    Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih besar

2.    Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya.
3.    Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatan motivasi       
        untuk melibatkan kinerja yang baik, dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
4.    Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara bawahan, kolega,        
dan orang-orang di dalam organisasi dan di luar organisasi.  
5.    Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti perlunya perubahan.
6.    Komunikasi meminimalkan permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti         
       konflik, stress, demotifasi dan loyalitas.
>>Bentuk Komunikasi dalam Organisasi
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat. 
komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita

A——–àß———–B

b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. komunikasi masa yang baik harus :

> Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele

> Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
> Bentuk gambar yang baik

> Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
Perawat—– ® ¬ ——Pengunjung puskesmas
Komunikasi perorangan adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Perawat—– ® ¬ ——Pasien
3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
1. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ——————® B
2. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik
1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi

b. Ajakan

c. Rencana kerja

d. Pertanyaan dan sebagainya

2. Simbol/ isyarat

Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.


source :
- http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2
- http://jankenrock242.blog.com/2012/12/04/komunikasi-dalam-organisasi-perusahaan/

Kamis, 24 Januari 2013


BJ Habibie : Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia



Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.

Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia



Usai Presiden Soeharto mengucapkan pidatonya Wakil Presiden B.J. Habibie langsung diangkat sumpahnya menjadi Presiden RI ketiga dihadapan pimpinan Mahkamah Agung, peristiwa bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama para mahasiswa yang berada di Gedung DPR/MPR, akhirnya Rezim Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto berakhir dan Era Reformasi dimulai di bawah pemerintahan B.J. Habibie

Habibie yang manjabat sebagai presiden menghadapi keberadaan Indonesia yang serba parah, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Habibie adalah berusaha untuk dapat mengatasi krisis ekonomi dan politik. Untuk menjalankan pemerintahan, Presiden Habibie tidak mungkin dapat melaksanakannya sendiri tanpa dibantu oleh menteri-menteri dari kabinetnya.
Kelebihan
a.       berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000.
b.      memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian dengan langkah-langkah sebagai berikut :

·         Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
·         Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
·         Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00
·         Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri
·         Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
·         Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat
·         Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Kelemahan
a.       diakhir kepemimpinannya nilai tukar rupiah kembali meroket
b.      tidak dapat meyakinkan investor untuk tetap berinvestasi di indonesia.
c.       Kebijakan yang di lakukan tidak dapat memulihkan perekonomian indonesia dari krisis

referensi : 
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id
http://www.e-smartschool.com/

TULISAN II

Sumber Daya Alam Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Saat ini kita sedang menyaksikan suatu transisi cakrawala yang tak terbatas pencarian keseimbangan dalam ruang yang sempit atau bahkan yang terbatas. Pada intinya dunia berada pada masa transisi dimana bentuk sosial, tata cara yang berlangsung serta nilai-nilai akan berlalu sebelum bentuk-bentuk dan metodologi baru punya waktu yang cukup untuk menggantikannya (Seojani, 2000:28-29). Dalam hal ini terjadi interaksi yang rumit, dimana jalinan interaksi lokal tidak lagi dapat dibedakan dengan jalinan interaksi dalam skala global. Hal tersebut berdampak pada munculnya pola konsumsi dan komunisme global, menurunnya kedaulatan Negara suatu Bangsa, tumbuhnya sistim militer global (pasukan multi Nasional), pengakuan tentang terjadinya krisis lingkungan dunia berkembangnya masalah-masalah kesehatan berskala Dunia (seperti penyakit AIDS), munculnya lembaga –lembaga politik Dunia (seperti PBB), munculnya gerakan-gerakan politik global, perluasan konsep hak-hak asasi  manusia, dan interaksi rumit antar berbagai agama di dunia.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi kajian dalam rumusan masalah adalah sebagai berikut :
“ Bagaimana potensi sumber daya alam(SDA) dan sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan sumber daya pendidikan Indonesia”




BAB II
PEMBAHASAN

A.    POTENSI SUMBER DAYA
1.      Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia terletak diantara 94005 BT -141001’DT dan LU-11005’LS. Terdiri dari 1.7850 pulau, 7. 667 pulau sudah memiliki nama dan 931 pulau berpenghuni penduduk.  luas lautan yang dimiliki sekitar 5,8 juta km2 atau 70%dari seluruh wilayah terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teroterial, 2,8 juta km2 perairan nusantara, dan 2,7 juta perairan Zona Ekonomi Eksklusif. Wilayah teroterial ke Selatan serta membentuk garis pantai sepanjang 5.110 km dari Barat ke Timur dan 1.888 km dari Utara ke Selatan serta membentuk garis pantai sepanjang  81. 000 km. luas daratan Indonesia kurang lebih 1.919.434 km2 mencakup 27 propinsi.
Secara filosofis indonesia berada di wilayah pertemuan lempeng samudra Indo-Australia, Asia- Pasifik dan daratan Asia. Gerakan antara lempeng tektonik tersebut menimbulkan gejala alam berupa gemp[a, letusan gunung api, dan tsunami yang sering melanda wilayah perairan indonesia. Selain itu fenomena tersebut memberikan keindahan tersendiri bagi topografi wilayah yang merupakan pemandangan khas  yang sangat menawan.
Hutan tropis indonesia sekurang-kurangnya memilik spesies hewan sebanyak satu juta atau sekitar 13-16%spesies hewan di dunia. Di hutan hujan daratan rendah terdapat 30.000 spesies kumbang, 666 spesial capung dan 122 spesies kupu-kupu. Dari Lima Badak yang tersisa di dunia dua spesies diantaranya berada di Indonesia. Terdapat satu spesies gajah Dunia Dua spesies gajah di Dunia dan sekitar Empat spesies hewan ternak liar Asia Tenggara Satu diantaranya terdapat di Indonesia. Aneka burung di Indonesia antara lain terdapat 13 rangkong patut, diantaranya rangkong kerdil Sulawesi, rangkong Sumba dan rangkong badak. Endemisme burung di Indonesia sangat tinggi. Selain itu terdapat 75 spesies burung kakatua, satu diantaranya adalah kakatua raja yang termahal di Dunia. Komodo, biawak besar dan tertua di Dunia terdapat di Pulau Komodo. Sekurang –kurangnya terdapat 500 spesies ikan tawar di antaranya ikan arwana, lumba-lumba air tawar atau lebih dikenal dengan nama pesut terdapat di sungai Mahakam Kalimantan Timur.
2.      Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200 juta jiwa pada tahun 2000 dengan laju pertumbuhan sebesar 1,7%. Meskipun kepadatan penduduk di Indonesia termasuk jarang yaitu 102 orang per-km2, namun penyebarannya tidak merata antar satu pulau dengan pulau lainnya juga diantara propinsi yang satu dengan propinsi yang lainnya. Sebanyak 58,87% penduduk Indonesia mendiami pulau Jawa yang memiliki luas hanya 7% dari luas wilayah. Dengan jumlah penduduk 114,987 juta maka kepadatan pulau Jawa mencapai 870 orang per-km2. Sementara itu Irian Jaya dengan luas wilayah 22% memiliki kepadatan penduduk 5 orang per-km2..
Angka harapan hidup pada waktu lahir adalah 61,5 tahun, angka kematian sebesar 68 per seribu penduduk. Aksebilitas penduduk terhadap air bersih sebesar 42%. Pelayanan kesehatan 43% dan sanitasi 44% (HDR, 1993). Angka melek huruf 60,7% sementara penduduk usia di atas 5 tahun yang tidak bersekolah sebesar 16,46%, masih sekolah 26,85% dan tidak sekolah lagi 56,69% (BPS, 1994). Mata pencarian penduduk Indonesia pada umumnya petani yaitu sekitar 54% mata pencarian lainnya adalah jasa 38% dan industri 8%. Pendapatan perkapital penduduk sebesar US$ 560 (HDR, 1993).
3.      Pendidikan Lingkungan Pada Jenjang Pendidikan Dasar
Sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk menyebar dan mengatur permukaan bumi sesuai dengan keinginannya, manusia memiliki kecenderungan untuk mendominasi bumi baik di lihat dari sudut tata ruang, fungsional maupun struktural. Kerusakan alam yang terjadi pada dasarnya lebih dititiberatkan pada kemampuan manusia untuk melihat dengan jangkauan jauh melampaui batas kepentingan sendiri di samping kemampuan dalam melihat kenyataan yang sebenarnya dalam kehidupan (seojani,1992:19). Kerusakan lingkungan merupakan manifestasi pengembangan dari permasalahan  sosial dan lingkungan yang saling terkait. Pengertian yang mendalam mengenai lingkungan alam merupakan isu sosial dan ekologis, sehingga krisis lingkungan dapat dikatakan sebagai  hasil  berbagai keprihatinan global (Vans Resburg, 1994:1).
Perilaku manusia dalam interaksi dengan lingkungan menjadi perhatian serius, apabila perilaku seseorang ditentukan oleh setting dimana ia tinggal, maka perilaku tersebut termasuk ke dalam behavarior all setting (Fishben dan Ajzen, 1975:351). Pola tersebut dapat membedakan perilaku seseorang dengan orang lain terhadap obyek pada tempat dan waktu tertentu (Krech &Ballachey, 1988:15). Dengan demikian perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan merupakan fokus perhatian yang serius.
Atas dasar pemikiran di atas , maka pendidikan dalam hal ini seyogianya berkaitan dengan  :
1.      Pemahaman mengenai budaya silang yang berarti mengakui keberadaan lebih dari sudut pandang dan belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda.
2.      Pembelajaran holistik yang membawa berbagai disiplin ke suatu isu lingkungan  meliputi berbagai pendekatan dalam pembelajaran.
3.      Pelibatan potensi masyarakat yang dapat menjalin hubungan yang akrab dan utama antara lingkungan masyarakat dengan sekolah.
4.      Pemahaman mengenai keterkaitan antara konsep-=konsep dasar lingkungan  hidup dengan permasalahan di sekitarnya. Konsep-konsep dasar lingkungan hidup tersebut adalah :
-          Lingkungan bumi yang terdiri dari komponen fisik
-          Materi siklus berkesinambungan dalam tataran ekosistem.
-          Daya dukung lingkungan hidup
-          Keunikan kapasitas intelektual manusia yang menghasilkan moral dan perilaku lingkungan yang bertanggung jawab (Swab dan Stapp, 1971)
Oleh karena itu, bentuk pendidikan yang terlalu berorientasi pada penguasaan materi pelajaran, nampaknya kurang mampu mengangkat kualitas pendidikan kita baik dilihat dari hasil maupun proses belajar. Dilihat dari hasil belajar misalnya, ternyata tingkat penguasaan materi pelajaran kita sangat memprihatinkan baik dalam skala nasional, regional apalagi skala internasional. Sementara itu dilihat dari proses belajar ternyata anak didik kita masih jauh ketinggalan oleh bangsa-bangsa lain yang dapat di lihat dari kemampuan dan keterampilan mereka dalam memecahkan masalah , oleh karena itulah dalam kerangka reformasi pendidikan perubahan kurikulum dari yang bersifat subjectoriented menjadi compency oriented dianggap strategis.












BAB III
PENUTUP
a.      Kesimpulan
Pendidikan berbasis pada lingkungan hidup merupakan hal strategis yang seyogianya dilaksanakan terutama pada jenjang pendidikan dasar. Bagaimanapun besarnya potensi sumber daya alam dalam menunjang kehidupan manusia, nampaknya tidak akan dapat termanfaatkan dengan baik dan optimal secara berkelanjutan, jika kita tidak memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan  sumberdaya itu sendiri, untuk itu komitmen dan tanggung jawab tersebut harus dibentuk sejak dini. Pendidikan di lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar difokuskan bagaimana konsep-konsep dasar dan permasalahan lingkungan hidup dapat diadopsi oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar. Hal ini disebabkan  pertama pendidikan merupakan salah satu proses untuk dapat menjadi diri seseorang lebih dewasa. Kedua proses pendewasaan berkaitan dengan perkembangan intelektual seseorang dan kesiapan yang dimiliki untuk perkembangan selanjutnya. Siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret dimana berpikir logis yang dimiliki didasarkan pada manipulasi fisik dan obyek sehingga penanaman konsep lingkungan hidup pada jenjang ini merupakan hal strategis. Ketiga, proses membangun struktur kognitif dapat terwujud melalui adanya informasi, transformasi, dan penggunaan. Interaksi antara individu dengan lingkungan hidup akan terus berlangsung sejalan dengan adanya pemahaman dan persepsi baru mengenai lingkungan tersebut. Dengan demikian melalui pendidikan lingkungan hidup dikembangkan ini diharapkan dapat terbentuk generasi yang memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam, sehingga kekayaan yang dimiliki dapat dinikmati oleh generasi mas kini juga masa yang akan datang meskipun generasi tersebut belum lahir.


b.      Saran
Penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik bentuk penyusunan, kata kerja dan kalimat yang digunakan dalam isi makalah ini, oleh karena itu adanya kritikan dan masukan dari berbagai pihak saya menerima dengan terbuka.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan rekan-rekan yang lainnya karena penyusunan makalah ini menyangkut persoalan pendidikan yang kita pelajari dan dikembangkan melalui pengalaman yang ada.









DAFTAR PUSTAKA :
-Baharudin, Azizan. Science, Values and The Environment: On The Need for A Coherent and Holistic Worldview. Dalam Azizan HJ Bharudin (Ed)Eenvironment and Development : Ethical and Education Considerations. Kuala Lumpur :Institut Kajina Dasar, 1985
-Blaikie, N W H “Education and Enviromentalism: Ecological World View and Enviromentally Responsibeble Behavoiur” Australian Journal of Enviomental Education 9. Supplement Agustus. P. 14, 1993
-Bloom, Benyamin S. Taxonomu of Educational Objective: Book I Cognitive Domain N. Y Longman Inc,. 1956.
-Chiras, Daniel D. Enviromental Science: Action for a Ssustainable future. California: The Benjamin/Cummings Pub. Co. Inc,. 1991.
-Fishbein, Martin & Ajzen, Icek. Belief Attitude, Intenton, and Behaviour: An Introduction to Theory and Research M A Addison-Wesley, 1975
-Gage, N L & Berliner, D C Educational Psychology Dallas:Houghton Miffin Co, 1984